Rabu, 23 Januari 2013

Partikel Dasar Penyusun Atom

Partikel
Notasi
Massa
Sesungguhnya
Relatif thd proton
Proton
p
1,67 x 10-24 g
1 sma
Neutron
n
1,67 x 10-24 g
1 sma
Elektron
e
9,11 x 10-28 g
 sma
Muatan
Sesungguhnya
Relatif thd proton
1,6 x 10-19 C
+1
0
0
-1,6 x 10-19 C
-1
1 sma = 1,66 x 10-24 gram

 NOMOR ATOM
  • Menyatakan jumlah proton dalam atom.
  • Untuk atom netral, jumlah proton = jumlah elektron (nomor atom juga menyatakan jumlah elektron).
  • Diberi simbol huruf Z
  • Atom yang melepaskan elektron berubah menjadi ion positif, sebaliknya yang menerima elektron berubah menjadi ion negatif.
Contoh : 19K

NOMOR MASSA
  • Menunjukkan jumlah proton dan neutron dalam inti atom.
  • Proton dan neutron sebagai partikel penyusun inti atom disebut Nukleon.
  • Jumlah nukleon dalam atom suatu unsur dinyatakan sebagai Nomor Massa (diberi lambang huruf A), sehingga :
A   =  nomor massa
        =  jumlah proton ( p ) + jumlah neutron ( n )
A      =  p + n = Z + n
v      Penulisan atom tunggal dilengkapi dengan nomor atom di sebelah kiri bawah dan nomor massa di sebelah kiri atas dari lambang atom tersebut. Notasi semacam ini disebut dengan Nuklida.
A ZX
 Keterangan :
X  = lambang atom                                 A = nomor massa
Z  = nomor atom                                    
                          

SUSUNAN ION

  • Suatu atom dapat kehilangan/melepaskan elektron atau mendapat/menerima elektron tambahan.
  • Atom yang kehilangan/melepaskan elektron, akan menjadi ion positif (kation).
  • Atom yang mendapat/menerima elektron, akan menjadi ion negatif (anion).
  • Dalam suatu Ion, yang berubah hanyalah jumlah elektron saja, sedangkan jumlah proton dan neutronnya tetap.
Contoh :
Spesi
Proton
Elektron
Neutron
Atom Na
11
11
12
Ion
11
10
12
Ion
11
12
12
Rumus umum untuk menghitung jumlah proton, neutron dan elektron :
1).    Untuk nuklida atom netral :
AZX :             p = Z ; e = Z ; n = (A-Z)

2).    Untuk nuklida kation :
AZXy+p = Z ; e = Z – (+y) ; n = (A-Z)

3).    Untuk nuklida anion :
AZXy-: p = Z ; e = Z – (-y) ; n = (A-Z)  

KONFIGURASI ELEKTRON
 ü       Persebaran elektron dalam kulit-kulit atomnya disebut konfigurasi.
ü       Kulit atom yang pertama (yang paling dekat dengan inti) diberi lambang K, kulit ke-2 diberi lambang L dst.
ü       Jumlah maksimum elektron pada setiap kulit memenuhi rumus 2n2 (n = nomor kulit).
Contoh :
Kulit K (n = 1) maksimum 2 x 12 = 2 elektron
Kulit L (n = 2) maksimum 2 x 22 = 8 elektron
Kulit M (n = 3) maksimum 2 x 32 = 18 elektron
Kulit N (n = 4) maksimum 2 x 42 = 32 elektron
Kulit O (n = 5) maksimum 2 x 52 = 50 elektron
Catatan :
Meskipun kulit O, P dan Q dapat menampung lebih dari 32 elektron, namun kenyataannya kulit-kulit tersebut belum pernah terisi penuh.
Langkah-Langkah Penulisan Konfigurasi Elektron :
1.     Kulit-kulit diisi mulai dari kulit K, kemudian L dst.
2.     Khusus untuk golongan utama (golongan A) :
Jumlah kulit = nomor periode
Jumlah elektron valensi = nomor golongan
3.     Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar (elektron valensi) adalah 8.
o      Elektron valensi berperan pada pembentukan ikatan antar atom dalam membentuk suatu senyawa.
o      Sifat kimia suatu unsur ditentukan juga oleh elektron valensinya. Oleh karena itu, unsur-unsur yang memiliki elektron valensi sama, akan memiliki sifat kimia yang mirip.
4.     Untuk unsur golongan utama ( golongan A ), konfigurasi elektronnya dapat ditentukan sebagai berikut :
a)     Sebanyak mungkin kulit diisi penuh dengan elektron.
b)     Tentukan jumlah elektron yang tersisa.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa > 32, kulit berikutnya diisi dengan 32 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 32, kulit berikutnya diisi dengan 18 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 18, kulit berikutnya diisi dengan 8 elektron.
  • Jika jumlah elektron yang tersisa < 8, semua elektron diisikan pada kulit berikutnya.
Contoh :
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
O
He
2
2




Li
3
2
1



Ar
18
2
8
8


Ca
20
2
8
8
2

Sr
38
2
8
18
8
2
Catatan :
  • Konfigurasi elektron untuk unsur-unsur golongan B (golongan transisi) sedikit berbeda dari golongan A (golongan utama).
  • Elektron tambahan tidak mengisi kulit terluar, tetapi mengisi kulit ke-2 terluar; sedemikian sehingga kulit ke-2 terluar itu berisi 18 elektron.
Contoh :
Unsur
Nomor Atom
K
L
M
N
Sc
21
2
8
9
2
Ti
22
2
8
10
2
Mn
25
2
8
13
2
Zn
30
2
8
18
2

 Konfigurasi Elektron Beberapa Unsur Golongan A ( Utama ) dan Golongan B ( Transisi )
 Periode
Nomor Atom ( Z )
K
L
M
N
O
P
Q
1
1 – 2
1 – 2






2
3 – 10
2
1 – 8





3
11 – 18
2
8
1 – 8




4
19 – 20
2
8
8
1 – 2




21 – 30 ***
2
8
9 – 18
2




31 – 36
2
8
18
3 – 8



5
37 – 38
2
8
18
8
1 – 2



39 – 48 ***
2
8
18
9 – 18
2



49 – 54
2
8
18
18
3 – 8


6
55 – 56
2
8
18
18
8
1 – 2


57 – 80 ***
2
8
18
18 – 32
9 – 18
2


81 – 86
2
8
18
32
18
3 – 8

7
87 – 88
2
8
18
32
18
8
1 – 2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar