Senin, 12 Agustus 2013

Sejarah Teleskop Hubble Milik NASA

Teleskop Hubble merupakan teleskop andalan NASA yang dikirim ke orbit pada tahun 1990 dengan menggunakan pesawat ulang alik Atlantis. Teleskop ini diberi nama Hubble sebagai bentuk penghargaan pada astronom Amerika Edwin Hubble (Edwin Powell Hubble). Teleskop ini berukuran sangat besar yakni panjang 13 meter, diameter 4,27 meter dan memiliki berat 11 ton, hampir seukuran bus sekolah. Teleskop Hubble memiliki cermin dan lensa dengan diameter 2,8 meter dan beratnya mencapai 826 kg. Cermin ini terbuat dari kaca silika yang dilapisi oleh aluminium murni untuk merefleksikan cahaya. Selain itu cermin ini juga dilapisi dengan  magnesium fluorida yang berfungsi untuk mencegah oksidasi dan bahaya sinar ultraviolet yang bisa merusak lensa.

Image credit: NASA
.
Image credit: NASA


 Image credit: NASA
Teleskop Hubble terletak diatas atmosfer Bumi sehingga terbebas dari distorsi yang bisa menggangu proses pengamatan. Teleskop Hubble terkenal sebagai teleskop yang handal dan mampu menghasilkan gambar yang luar biasa tajam. Cara kerja teleskop ini adalah dengan mengambil citra obyek dengan kamera kemudian gambar tersebut akan dirubah menjadi kode digital dan dikirim ke stasiun penerima di Bumi dengan kecepatan transfer mencapai 1 juta bit per detik dan kemudian kode tersebut diterima dan dikonversi menjadi gambar foto dan spektograf. Telekop ini dalam satu detik dapat menempuh jarak 5 mil dan dalam setahun bisa mencapai 241 juta km. Teleskop Hubble dikontrol dan dikendalikan oleh Goddard Space Flight Center.
Image credit: NASA
Sebenarnya ide teleskop di luar angkasa sudah diusulkan pada tahun 1923. Untuk kemudian program teleskop Hubble ini mulai didanai pada 1970 dengan asumsi peluncuran pada 1983. Namun dikarenakan adanya bencana pesawat ulang alik Challanger, teleskop ini akhirnya diluncurkan pada 1990. Tidak lama setelah itu, gambar yang dikirm oleh teleskop Hubble tampak buram, dan insinyur NASA mendapati bahwa cermin di teleskop Hubble telah bergeser 1/50 ketebalan rambut manusia dan pesawat ulang alik Endeavour diterbangkan untuk memperbaiki dan menambahkan kamera baru pada teleskop tersebut. Tercatat sudah 4 kali teleskop Hubble menjalani servis di luar angkasa. Berikut kronologinya:
1. Service Pertama (Tahun 1993)
Image credit: NASA
Tujuh astronot dengan menggunakan pesawat ulang alik Endeavour dikirm untuk memasang perangkat optik korektif pada teleskop Hubble. Speed Photometer diganti dengan paket korektif COSTAR dan WFPC diganti dengan WFPC 2 (Wide Field planetary Camera 2). Selain itu panel surya dan sistem elektronik juga diganti. Empat giroskop, dua unit kontrol listrik, dan magnetometer juga diganti. Tak lupa astronot juga melakukan penggantian pada komputer onboardnya. Posisi orbit teleskop juga dirubah. Untuk melakukan semua itu, astronot dilatih secara khusus dan diperlukan lebih dari ratusan alat agar kesemuanya dapat berjalan dengan baik.
2. Servis kedua (tahun 1997)
Image credit: NASA
Pesawat ulang alik Discovery diterbangkan untuk mengganti komponen pada teleskop Hubble. GHRS dan FOS diganti dengan Space Telescope Imaging Spectograph (STIS) dan Near Infrared Camera and Multi-Object Spectrometer (NICMOS). Namun sayangnya saat NICMOS dipasang sekitar dua tahun kemudian mengalami kerusakan.
3. Service ketiga, A (Tahun 1999)
Pesawat ulang alik kembali dikirm untuk melakukan penggantian enam giroskop pada teleskop. Tiga giroskop diantaranya sudah rusak. Kesemuanya lalu diganti dengan Fine Guidance Sensor dan komputer. Pemasangan VIK (Voltage/temperature Improvement Kit) untuk mencegah pengisian baterai yang berlebihan. Memori komputer juga diganti dengan memori yang memiliki kecepatan enam kali dari memori sebelumnya. Hal ini bertujuan agar tugas komputasi bisa berjalan lebih cepat serta memungkinkan penggunaan bahasa pemrograman modern.

Servis ketiga B (Tahun 2002)
Pesawat ulang alik Columbia dikirim untuk mengganti instrumen FOC dengan Advanced Camera for Surveys (ACS) yang juga berarti bahwa instrumen COSTAR yang dipasang pada misi service yang pertama tahun 1993 tidak diperlukan lagi. Sebab instrumen baru ini mampu bekerja secara mandiri untuk mengoreksi penyimpangan cermin utama. Panel surya juga diganti dan memeberikan sumber daya 30 persen lebih banyak.

4. Servis keempat (Tahun 2009)
Sebenarnya servis akan dilaksanakan tahun 2005, namun setelah bencana yang menimpa pesawat ualng alik Columbia pada tahun 2003, service teleskop Hubble sempat mengalami penundaan dan pasang surut keadaan disebabkan oleh keamanan dan keuangan AS. Setelah permasalahan tersebut berhasil diselesaikan, maka pada tahun 2009, pesawat ulang alik Atlantis dikirm. Instrumen SM4 dipasang untk menggantikan Data Handling Unit. melakukan perbaikan pada sistem ACS dan STIS, memasang baterai nikel hidrogen baru, pemasangan Wide Field Camera 3 (WFC3) yang dapat membuat sudut pandang menjadi lebih lebar , dan pemasangan Cosmic Origins Spectograph (COS), serta Soft Caputure and Rendezvous system. Hal ini mampu membuat teleskop Hubble berkerja hingga tahun 2014 atau bahkan lebih lama lagi sambil menunggu teleskop penerusnya (teleskop James Webb) diluncurkan tahun 2018 nanti.

Foto dan penemuan
Teleskop Hubble benar-benar menjadi teleksop andalan NASA dan memberikan begitu banyak kontribusi bagi perkemangan dunia astronomi. Teleskop Hubble berhasil menemukan Xena, salah satu planet kecil beserta dengan Gabrielle satelitnya. Selain itu teleskop Hubble berhasil menemukan Bulan kelima Pluto dan memotret foto aurora di planet Saturnus. Selain itu teleskop Hubble juga sukses mengabadikan foto galaksi, supernova, kelahiran bintang, nebula dan sebagainya. Salah satu foto nebula yang terkenal yaitu foto Pillars of Creation di Eagle nebula.
Image credit: NASA
Sumber : astronomy.us

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar